“aku ingin menyapa mu, menggerai jilbab mu lembut.. tak perlu kau pertanyakan tentang aku.
karena aku adalah angin bagi mu!”
“tak adakah caranya agar aku tak hanya mengenal mu sekedar angin?”
“tak ada
karena aku jauh dan kita takkan pernah bertemu…”
“tak kan ada yang tak mungkin di dunia ini
yang beku bisa saja kan cair
hitam pun kan bisa menjadi putih
kebenaran pun bisa seolah-olah salah
ketulusan pun bisa dinilai sebuah penghianatan
lantas kenapa dengan kita jauh, lalu diperdekatkan?”
“aku takkan ingin membuat kesalahan yang sama…”
“seorang gadis berkerudung pernah menulis tentang sesuatu dengan ukiran tintanya.
Jangan biarkan rasa takut menahanmu, tapi jadikan rasa takut mendorong mu untuk lebih maju. Karena rasa takutlah sebenarnya energi terbesar untuk sebuah perubahan..
mari, ikut dan iringi langkah ku..
kan k ajak kau ke sebuah negeri yang tak pernah kau lalui sebelumnya…
bersama ku…”
“hahaha…
jadi….
kemanakah aku kan kau bawa?”
“a better place….”




